Mengapa Harus Coba Kopi Robusta Lampung Barat

Mengapa Harus Coba Kopi Robusta Lampung Barat

Prolog Seluruh Kisah: Di Perkebunan Kopi milik Pak Tono

Pak Tono, seorang petani tua yang telah banyak tahun bertani kopi di tanah Lampung, tengah berdiri di pusat ladang kopi robusta-nya. Dia merasa bangga.
Putranya, Dika, si ahli kopi, seorang ahli kopi profesional, baru saja pulang dari perjalanan internasional demi melaksanakan sebuah studi berkaitan dengan kopi Indonesia.

Robusta Lampung: Legasi dan Kekuatan

“Hmm, robusta, keunikan dari Lampung,” gumam Pak Tono ketika memetik beberapa kopi. “Kopi ini adalah kekuatan bagi kita, Dika. Sumber energi yang sudah memberi energi kepada sejuta orang.” Putra mengangguk, “Tepat, Pak. Di wilayah ini, di tanah Lampung, robusta memang berbeda. Kita mengoptimalkan tanah yang subur dan iklim yang hangat untuk merancang sifat robusta yang unik.”

Dika, berbekal wawasan dari karirnya, menyatakan, “Dan ingatlah, kadar kafein di kopi robusta lebih tinggi, yang membantu banyak orang untuk lebih fokus dan penuh energi. Hal ini selain itu bisa dijadikan kelebihan dalam memasarkan atau jual kopi lampung.”

Arabika dari Aceh: Eksplorasi dan Nuansa

Tak lama kemudian, Bapak Tono dan putranya berinisiatif untuk menuju ladang kopi arabika di tanah Aceh. Ketika di sana, mereka berdua diterima oleh Bapak Iskandar, kenalan lama dari Pak Tono. “Selamat datang! Di tempat ini, arabika tumbuh secara optimal di wilayah tinggi. Cuacanya sangat sejuk, benar-benar berbeda bila dibandingkan dengan tanah Lampung,” ucap Pak Iskandar.

Putra Pak Tono menyesap secangkir arabika yang baru diseduh. “Ah, kopi ini memberikan beberapa aspek yang tidak biasa. Cita rasa lembut dan asamnya memadukan selera di mulut. Arabika juga sangat kaya dengan asam klorogenat, antioksidan yang sangat baik untuk kebugaran.”

Ayah dan Anak, Dua Opsi: Kenapa Harus Memilih?

Malam itu, di tempat tinggal Pak Tono, mereka bersila di luar selagi menghirup cangkir kopi. Bapak Tono dengan kopinya yang robusta, sementara Dika menikmati arabikanya. “Mengertikah Anda, anakku, bahwa setiap jenis kopi ini merupakan kisah yang berasal dari kita berdua? Robusta yaitu ketangguhan dan keawetan, sedangkan kopi arabika merupakan eksplorasi dan kesegaran,” ucap Pak Tono.

Anaknya tersenyum, “Saya mengerti, Bapak. Kemungkinan besar, kita berkesempatan mencari cara untuk menyelaraskan keunikan yang ada pada dua tipe kopi ini. Jual kopi lampung robusta bisa dipasangkan dengan kekhasan arabika Aceh. Kita bisa membuat beberapa hal yang segar tapi mesti menghargai tradisi.”

Kesimpulan: Setiap Unsur Kopi adalah Sebuah Kisah

Keduanya terdiam, menikmati semburan angin di malam hari menghembuskan aroma kopi yang mereka seduh. Di antara dua generasi, kopi robusta dan arabika tak hanya tentang opsi tapi juga selera, namun juga bercerita mengenai mengapa mereka merajut cerita keluarga nya, dari ayah ke arah Dika, mulai dari kekuatan ke eksplorasi. Kopi robusta dari Lampung dan kopi arabika dari Aceh, dalam banyak cara, yaitu ikon yang berasal dari dua lapisan generasi yang mana berdua memperkaya.

Dan dari sini, Bapak Tono dan Dika memutuskan untuk merintis satu perjalanan baru, sebuah petualangan yang nantinya akan menaikkan produk kopi dari Indonesia ke arah panggung dunia, bersama spesifitas dan kemewahan yang mereka punya. Mereka akan merubah satu per satu secangkir kopi tak hanya sebagai menu minuman, akan tetapi menjadi cerita, lahir sebagai mitos, lahir sebagai kebanggaan.

Anda sendiri, varietas kopi apa yang pada akhirnya menjadi bagian dalam kisah Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *