Kopi dan Kalsium: Membongkar Mitos, Menemukan Fakta yang Sebenarnya


Kopi dan Kalsium: Membongkar Mitos, Menemukan Fakta yang Sebenarnya

Kopi telah menjadi minuman yang teramat populer di seluruh dunia. Kelezatan yang nikmat dan efek penguat energinya menjadikan kopi favorit bagi sejumlah orang. Namun, ada juga sekumpulan mitos yang berkembang tentang kopi yang perlu kita klarifikasi kebenarannya.

Sebuah informasi krusial yang perlu diperhatikan adalah kopi memiliki deretan manfaat kesehatan yang sudah dikonfirmasi melalui banyak penelitian. Terbukti, konsumsi kopi berhubungan dengan penurunan risiko penyakit liver, diabetes tipe dua, dan bermacam jenis kanker. Tidak hanya itu, kopi juga memiliki kemampuan untuk memacu energi dan meningkatkan fungsi kognitif. Namun, mengonsumsi kopi secara eksesif juga bisa menjadi kontraproduktif pada kesehatan.

Kita harus membantah mitos yang menyatakan bahwa kopi adalah minuman yang buruk untuk kesehatan. Hal ini tidak benar adanya. Konsumsi kopi dalam jumlah yang wajar tidak menyebabkan efek negatif bagi kesehatan. Namun, konsumsi berlebihan bisa berujung pada insomnia, kegelisahan, dan masalah pencernaan. Karena itu, penting dalam menikmati kopi.

1. Mitos: Minum kopi dapat mengakibatkan kekurangan cairan.

Fakta: Studi membuktikan bahwa meskipun kafein memiliki efek pengeluaran cairan yang lemah, asupan kopi dalam jumlah moderat (tiga sampai empat cangkir sehari) tidak mengakibatkan dehidrasi. Tubuh beradaptasi dengan sifat pengeluaran air kafein, terutama jika Anda adalah pencinta kopi yang sering minum.

2. Mitos: Minum kopi dapat memperbesar kemungkinan penyakit kardiovaskular.

Fakta:

Survei kesehatan masyarakat telah menyatakan bahwa konsumsi kopi moderat tidak berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan bahkan bisa memiliki efek protektif terhadap beberapa kasus kardiovaskular. Kopi adalah sumber antioksidan yang bisa menyediakan manfaat kesehatan jantung.

3. Mitos: Minum kopi sering dikaitkan dengan susah tidur.

Fakta: Sementara kafein bisa mengubah pola tidur dan memicu insomnia pada dosis tinggi atau dikonsumsi dekat waktu tidur, reaksi tubuh terhadap kafein sangat bervariasi antar individu. Beberapa orang dapat minum kopi di sore atau malam hari tanpa efek pada tidur, sementara yang lain mungkin alergi terhadap bahkan satu cangkir di pagi hari.

4. Mitos: Konsumsi kopi dikaitkan dengan kanker.

Fakta: Tidak ditemukan korelasi yang signifikan yang menghubungkan konsumsi kopi dengan peningkatan risiko kanker. Sebaliknya, penelitian telah menyatakan bahwa kopi mungkin sebenarnya menurunkan risiko certain jenis kanker, termasuk kanker hati dan kanker pada lapisan rahim. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meniadakan kopi dari list zat pemicu kanker yang mungkin.

5. Mitos: Minuman kopi dihindari bagi yang memiliki ulkus atau GERD.

Fakta: Meskipun kafein bisa memicu asam lambung dan meningkatkan gejala pada beberapa penderita penyakit asam lambung (GERD), tidak semua orang yang menderita ulkus atau GERD harus menghindari kopi. Toleransi terhadap kopi dapat berbeda tiap orang, dan sejumlah penelitian menunjukan bahwa komponen lain dalam kopi bisa memiliki efek anti-inflamasi.

6. Mitos: Minum kopi bisa menyebabkan osteoporosis.

Fakta: Walaupun ada pengkhawatiran bahwa kafein bisa menginterferensi penyerapan kalsium, konsumsi kopi tidak secara langsung terkait dengan risiko yang lebih tinggi osteoporosis, dengan catatan asupan kalsium tetap adekuat. Moderasi dan diet yang seimbang adalah kunci.

7. Mitos: Minum kopi tidak menawarkan manfaat nutrisi.

Fakta: Kopi mengandung beragam nutrisi penting, termasuk vitamin B2, vitamin B3, magnesium, potasium, dan berbagai fenolik dan antioksidan yang bisa memiliki efek positif pada kesehatan.

8. Mitos: Hanya kopi hitam yang dianggap sehat.

Fakta: Meskipun penambahan gula dan krim ke kopi meningkatkan kalori dan lemak, ada beragam alternatif sehat yang tersedia, seperti memilih susu nabati rendah kalori atau pemanis yang rendah kalori. Kopi hitam memang berisi kalori yang sedikit, tapi ada berbagai cara untuk meminum kopi yang tidak mengurangi manfaat kesehatannya.

Penting untuk menjadi perhatian terhadap risiko dari kopi instan. Varian kopi ini sering diperkaya dengan bahan tambahan dan gula yang berlebih, yang dapat memiliki efek yang tidak baik pada kesehatan kita. Pemakaian kopi instan secara berlebihan dapat saja memperbesar risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Sehingga lebih baik memilih kopi yang disiapkan melalui metode seduhan atau dengan mesin kopi yang berkualitas.

Di sisi lain, kita mesti menyadari bahwa efek kopi pada kopi beragam. Ada yang mungkin sensitif terhadap zat perangsang dalam kopi, sementara mungkin ada yang lain mungkin tidak merasakan efek apa pun. Sangat penting bagi kita untuk memahami reaksi badan kita terhadap kopi dan menyesuai konsumsi secara tepat.

Kopi dan Kalsium: Membongkar Mitos, Menemukan Fakta yang Sebenarnya

Pada akhirnya, kopi dapat memberikan sejumlah kebaikan bagi kesehatan apabila dikonsumsi dengan bijak. Kita seharusnya tidak terpengaruh oleh mitos yang berkata bahwa kopi membahayakan kesehatan, karena faktanya kopi yang ditenggak dalam jumlah yang sesuai sama sekali tidak membawa dampak negatif. Namun, kita mesti tetap berhati-hati terhadap risiko kopi instan dengan kandungan zat aditif dan gula yang tidak diinginkan. Mari kita bersantai dengan kopi dengan bijak dan manfaatkan manfaat yang diberikannya bagi kesehatan.

 

Sumber

Sgs.UPM

Gambar Generated Ai by Canva

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *