Apakah Kopi Penyebab Insomnia? Saati untuk Fakta yang Sebenarnya!



Apakah Kopi Penyebab Insomnia? Saati untuk Fakta yang Sebenarnya!

Kopi telah berubah menjadi sejenis minuman luar biasa populer di seluruh dunia. Rasanya yang nikmat dan efeknya yang menstimulasi membuat kopi menjadi pilihan favorit bagi sejumlah orang. Tetapi, selama tahun-tahun, berbagai mitos telah menyebar tentang kopi dan efeknya terhadap kesehatan.

Ada cerita di suatu kampus yang menjadi saksi usaha, usaha keras, dan cerita beberapa individu yang berbeda sekali dalam pandangan mereka tentang kopi. Dua cerita yang menyampaikan kepada kita tentang mitos dan fakta, tentang pemberanian dan kelemahan, dan tentang bagaimana keputusan kita dalam menjalani hidup dapat membalikkan segalanya.

Dibalik temaram cahaya lampu kampus yang menyala hingga larut malam, berselimut dua kisah hidup mahasiswa yang beriringan.

Di kampus universitas yang ramai dan dipenuhi oleh tantangan, ada seorang mahasiswa yang terkenal sebagai sang Penakluk Kafein. Namanya Arif, mahasiswa yang dikenal keras kepala ketika berbicara dengan dosen-dosen pengujinya, tapi ia memiliki otak yang cepat menyerap ilmu layaknya spons yang mengisap air. Setiap hari, ritualnya selalu sama, sebuah ritual pour over yang dia lakukan dengan dengan konsentrasi, mengambil esensi dari butir-butir kopi terpilih untuk mengisi malam-malam yang panjang bersama buku dan catatan skripsi.

Arif tidak percaya pada mitos yang mengatakan kopi memicu dehidrasi, alih-alih ia merasa hidrasi jiwanya tercukupi kapanpun menyeruput kopi dari racikannya sendiri. Tidak ada detak jantung yang tak menentu, hanya ritme semangat yang sinkron dengan irama suksesnya membuka tabir ilmu pengetahuan. Kopi baginya bukan sumber insomnia, tapi sebuah lampu pemandu yang memandunya melalui lorong-lorong pemikiran hingga muncul fajar.

Sementara itu, di sisi lain kampus, ada mahasiswa yang namanya Dian. Dian tidak suka kopi. Dia lebih menyukai minuman berkarbonasi yang bercahaya dengan kandungan gula yang membuatnya merasa sementara penuh energi. Tapi kekuatannya palsu, ibarat gemerlap lampu yang berpendar sebelum kelak padam. Dian struggle hadapi kantuk yang hadir setelah efek soda itu menghilang, dan memori yang semakin kabur tak dapat menyaingi kecerdasan Arif yang cemerlang. Dia tidak konfiden saat memaparkan, lemah dalam debat, dan seiring waktu, kesehatannya menurun, meninggalkannya sakit dan harus menunda wisuda yang telah di depan mata.

Arif, dengan gelas pour over-nya yang menemani segala studi kasus, semua rumus yang dipelajari, dan tiap bagian skripsi yang dia tulis, menjadi mahasiswa yang terus terdepan. Dia percaya bahwa kopi adalah kompanionnya dalam mengejar tiap langkah di dunia akademik. Dan di hari wisuda, dengan keyakinan yang memuncak, ia melangkah melewati para dosen dengan toga yang megah, mengambil ijazah dengan senyum sumringah. Tak lupa, ia membawa gelas kopi mungil yang senantiasa menjadi pendampingnya dalam suka dan duka. Kopi, bagi Arif, bukan hanya teman sejati, tapi juga lambang kerja keras dan kesuksesannya.

Dian, di ranjangnya, menatap ke plafon dengan rasa penyesalan. Minuman bersoda yang pada masa lalu dia anggap teman, kini merupakan representasi kegagalannya. Tapi di dalam kesedihan itu, ada titik kebijaksanaan yang muncul. Dia menyadari bahwa kopi tak ada benciannya, dan mitos yang telah dia percaya selama ini tentang minuman favorit Arif itu hanyalah fiksi belaka. Dia bertekad, bila diberi kesempatan lagi, dia akan berkeinginan untuk merangkul kopi, bukan sebagai alternatif untuk soda, tapi sebagai lambang perubahan dan pemahaman atas realita, bukan mitos.

Akhir kata: Kisah Arif dan Dian adalah contoh yang nyata bahwa mitos sering kali membingungkan kita. Seringkali kita terjebak dalam keyakinan yang salah, lalu meninggalkan kesempatan emas dalam hidup kita. Namun, kisah ini juga memberikan pelajaran kita untuk selalu terbuka terhadap perubahan, untuk menggali fakta, dan untuk memahami bahwa seleksi yang kita lakukan dalam hidup kita memiliki dampak yang besar.

Pelajaran berharga dari dua mahasiswa ini adalah bahwa kita harus selalu pintar dalam memilih apa yang kita beriman dan makan, baik itu dalam minuman seperti kopi atau aspek-aspek lain dalam hidup. Adalah penting bagi kita untuk bersikap cakap, berani, dan berpikir kritis untuk mewujudkan keberhasilan yang sebenarnya, bukan hanya tunduk pada mitos yang tanpa dasar. Dan perhatikanlah, bahwa ketegasan dalam membuat keputusan yang benar dapat menuntun kita menuju destinasi yang lebih sukses dan sukses, seperti yang dialami oleh Arif.

 

Sumber

Experience Life

Gambar Generated Ai by Canva

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *